by

Ini Imbauan MUI Kepri Terkait Wabah Corona

Batam (HK) – Mencermati perkembangan situasi terkini terkait pandemi Covid-19 di wilayah Kepri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan beberapa fatwa.

Wakil Ketua Umum MUI Kepri, KH Bambang Maryono, mengatakan, MUI Kepri merilis fatwa bahwa setiap umat Islam yang berada di daerah yang berpotensi tinggi terjangkit Covid-19 diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jum’at dan menggantinya dengan shalat Zuhur.

Hal itu adalah setelah menimbang dan mendengar usulan serta keputusan rapat Komisi Fatwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri dan MUI Kota Batam, MUI Kota Tanjungpinang.

Serta merujuk kepada Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 dan memperhatikan Keputusan Gubernur Kepri nomor 307 tahun 2020 tentang Tanggap Darurat Bencana Non Alam wabah penyakit akibat virus corona.

“Maka, MUI Kepri telah mengeluarkan fatwa terkait ibadah salat Jum’at dan salat berjamaah di tengah wabah Covid-19 yang semakin meluas di Kepri,” ujar KH Bambang di Hotel Nagoya Mansion, Batam, Rabu (25/32020) malam.

Dijelaskannya, ada beberapa point penting yang menjadi prioritas dalam rapat gabungan tersebut, dan hasilnya wajib dipatuhi seluruh umat Islam di Kepri guna memutus penyebaran Covid-19 yang saat ini kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Diantaranya yaitu pengelola masjid dan musholla se Kepri khususnya Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan tidak menyelenggarakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid, namun Murotal, Tarhim dan Adzan tetap dikumandangkan sebagai syiar Islam.

“Sementara untuk jamaah diminta melaksanakan salat berjamaah dirumah masing-masing sampai dengan pemerintah menyatakan kondisi telah kembali normal,” pungkasnya. (dam)

News Feed